Tanaman Hias Gantung Indoor dan Outdoor yang Populer di Indonesia

Tanaman hias gantung adalah solusi praktis untuk yang punya lahan terbatas tapi tetap mau punya tanaman di rumah. Tidak harus punya halaman luas cukup satu titik gantungan di plafon atau dinding, dan tanaman bisa tumbuh ke bawah dengan cantik. Di rumah minimalis Indonesia yang banyak terbatas di lahan horizontal, tanaman gantung memanfaatkan ruang vertikal yang biasanya tidak terpakai.

Tanaman hias gantung bukan hanya soal estetika. Tanaman gantung yang ditaruh di dalam ruangan juga membantu menyaring udara dan menambah kelembaban. Beberapa jenis bahkan bisa hidup di cahaya rendah, cocok untuk apartemen dan rumah tanpa banyak jendela.

Tanaman Hias Gantung Indoor yang Paling Mudah Dirawat

Untuk beginners, pilih tanaman gantung yang tidak butuh banyak perhatian. Berikut yang paling gampang dan paling sering direkomendasikan di komunitas tanaman hias Indonesia:

Sirih Gading (Pothos) adalah tanaman gantung paling populer di Indonesia. Bisa hidup di cahaya rendah, toleran kekeringan, dan propagate gampang stek di air sudah cukup. Sulur bisa tumbuh 3050 cm per bulan di musim hujan. Taruh di rak tinggi dan biarkan menjuntai hasilnya langsung terlihat dalam hitungan minggu.

Lili Paris (Chlorophytum comosum): dikenal juga sebagai spider plant. Salah satu tanaman gantung paling bandel toleran hampir semua kondisi. Bisa hidup di cahaya banyak maupun sedikit, tidak rewel soal air. Kelebihan khusus: Lili Paris bisa menyerap formaldehida dari udara. Taruh di ruang kerja atau kamar tidur.

Dischidia (Anting Putri): tanaman gantung yang belum sepopuler Sirih Gading tapi semakin banyak dicari. Bentuk daunnya unik ada yang bulat (Dischidia globosa), ada yang oval (Dischidia ovata), ada yang berubah warna jadi merah di cahaya terang. Stek pothos di air gampang dilakukan. Dischidia adalah tanaman epifit tumbuh menempel di pohon lain di alam, jadi media yang butuhkan porous dan cepat kering.

English Ivy (Hedera helix): tanaman gantung klasik yang sudah lama populer. Daunnya yang kecil dan berlobus cocok untuk ditampilkan di dalam rumah bergaya minimalis atau klasik. Pothos lebih gampang dari English Ivy. English Ivy butuh cahaya lebih banyak dibanding Sirih Gading tempatkan di dekat jendela yang dapat sinar matahari langsung minimal 4 jam. Kalau daun mulai menguning dan rontok, itu tanda kurang cahaya.

Tanaman Hias Gantung Outdoor yang Tahan Panas

Untuk yang punya teras atau balkon yang panas dan sering kehujanan, pilih tanaman gantung yang bisa bertahan di kondisi ekstrem. Tidak semua tanaman gantung cocok untuk outdoor langsung beberapa butuh proteksi dari hujan deras dan sinar matahari tengah hari.

Bougenville Mini: versi kecil dari Bougenville yang populer di Indonesia. Tanaman berbunga ini bisa tahan panas langsung dan hujan, selama pot punya drainase baik. Warna bunga: ungu, merah muda, oranye, kuning. Bougenville mini butuh sinar matahari penuh jangan taruh di tempat teduh. Tanpa cukup cahaya, dia tidak akan berbunga.

Lantana: tanaman ganting outdoor yang sangat tahan panas dan hujan. Bunga Lantana tumbuh dalam cluster kecil yang warnanya berubah seiring waktu kuning ke oranye, atau ungu ke merah muda. Ini memberikan efek visual yang constantly berubah. Lantana tidak rewel soal tanah dan air tanaman yang truly gampang untuk outdoor.

Petunia: tanaman gantung outdoor berbunga yang populer untuk balkon dan teras. Petunia butuh sinar matahari langsung minimal 5 jam sehari untuk berbunga optimal. Di Indonesia, petunia bisa tumbuh di dataran tinggi (Lembang, Bandung, Brastagi) di dataran rendah seperti Jakarta, perawatannya lebih susah karena suhu terlalu panas dan kelembapan terlalu tinggi.

Kalanchoe: succulent gantung yang toleran panas dan kekeringan. Tanaman outdoor tahan panas termasuk Kalanchoe. Kalanchoe menyimpan air di daun, jadi tidak butuh penyiraman sering. Taruh di pot gantung yang mendapat sinar matahari langsung, siram hanya ketika tanah sudah benar-benar kering. Kelebihan: bisa hidup di luar ruangan dengan minim perawatan.

Cara Merawat Tanaman Gantung di Rumah

Merawat tanaman gantung berbeda dari tanaman di pot biasa karena posisi gantung mempengaruhi frekuensi penyiraman dan kondisi cahaya.

Pertanyaan pertama: berapa sering menyiram? Tidak ada jadwal tetap siram berdasarkan kondisi tanah di pot. Untuk tanaman gantung indoor di ruangan dengan AC: tanah mengering lebih lambat, siram sekali 57 hari. Untuk outdoor: tanah mengering lebih cepat, siram setiap 13 hari tergantung cuaca. Cek tanah dengan jari sebelum menyiram.

Pertanyaan kedua: taruh di mana? Tanaman gantung indoor mendapat cahaya tidak merata dibanding tanaman di meja bagian atas pot dapat cahaya, bagian bawah tidak. Untuk tanaman gantung dengan sulur panjang, rotate pot setiap minggu supaya semua sisi mendapat cahaya. Kalau sulur mulai growing ke atas (menuju cahaya), itu tanda posisi terlalu gelap.

Pertanyaan ketiga: bagaimana kalau tanaman terlalu panjang? Tanaman gantung yang sulurnya sudah terlalu panjang bisa dipangkas untuk merapikan bentuk. Pangkasan bisa digunakan untuk propagate stek di air atau langsung di tanah. Ini free plants dari tanaman yang sudah ada.

Ragam Jenis Tanaman Gantung untuk Kondisi Berbeda

Tidak semua tanaman gantung cocok untuk semua kondisi. Pilih sesuai dengan kondisi di rumah:

Untuk ruangan minim cahaya (kamar mandi tanpa jendela, ruang kerja interior): Sirih Gading, Lili Paris, Dischidia. Ketiganya toleran naungan dan tidak butuh sinar matahari langsung.

Untuk ruangan dengan cahaya sedang (dekat jendela tapi tidak langsung): Pothos, Philodendron Brasil, Scindapsus. Tanaman indoor untuk cahaya sedang termasuk philodendron Brasil dan Scindapsus. Tanaman ini tumbuh baik di cahaya tidak langsung dan bisa hidup 12 meter dari jendela.

Untuk balkon panas (sinar matahari langsung 6+ jam): Bougenville Mini, Lantana, Kalanchoe, Geranium. Pilih yang tahan panas dan tidak butuh perlindungan dari sinar matahari tengah hari.

Untuk teras teduh (naungan parsial): Begonia, Impatiens, Fuchsiam. Tanaman ini suka cahaya tidak langsung tapi tidak toleran sinar matahari langsung yang terik.

Tips Membuat Tanaman Gantung Terlihat Rapi

Tanaman gantung yang bagus bukan hanya soal tanaman yang sehat penampilannya juga perlu dirapikan secara berkala.

Pot gantung yang bagus: pilih pot dengan drainase yang baik lubang di dasar pot bukan pilihan tapi kewajiban. Taruh piringan di bawah pot untuk menangkap air berlebih. Pot dengan warna netral (putih, hitam, cokelat) lebih fleksibel dengan berbagai konsep interior. Hindari pot terlalu besar tanah yang terlalu banyak mengikat air dan membuat pot berat.

Tali gantung: gunakan tali atau rantai yang cukup kuat untuk menahan berat pot + tanah + tanaman + air. Untuk tanaman gantung indoor dengan pot size sedang, tali metal lebih bagus dari tali serat tali serat bisa rusak karena kelembapan dan perlu diganti tiap beberapa bulan.

Kalau sulur sudah terlalu panjang dan berantakan: pangkas 1/3 panjang sulur. Ini merapikan penampilan dan merangsang pertumbuhan cabang baru. Pangkasan langsung bisa di-stek untuk propagate tanaman baru.

Daun menguning pada tanaman gantung biasanya caused by overwatering karena air lebih cepat habis. Frekuensi penyiraman untuk tanaman gantung indoor perlu diperhatikan karena posisi gantung.

Ahli Taman
Ahli Taman