Daun mangga berbintik hitam atau buah muda jatuh sebelum waktunya biasanya dianggap hama, padahal enam penyakit jamur dan bakteri ini lebih sering jadi penyebab dan penanganannya berbeda total. Artikel ini membantu pembaca pekarangan mendiagnosis dalam lima menit dari gejala visual, membedakan dari serangan hama atau defisiensi nutrisi, dan mengambil tindakan dalam 1-3 hari tanpa memanggil arboris.
Antraknosa: Bintik Hitam di Daun dan Buah Muda yang Paling Umum
Antraknosa adalah penyakit paling sering di pohon mangga, disebabkan jamur Colletotrichum gloeosporioides. Gejala khas: bintik hitam kecil tidak beraturan di daun yang membesar dan menyatu sampai daun menguning dan rontok. Di buah muda, bintik hitam cekung yang membesar sampai buah jatuh. Di batang dan ranting, luka cekung berwarna gelap yang bisa melingkar dan mematikan cabang.
Cara pembedaan dari penyakit lain: tepi bintik tidak terlalu tegas (lebih diffuse) dibanding bacterial black spot, dan biasanya muncul di musim hujan atau setelah pemangkasan besar. Infeksi primer masuk lewat luka pangkas atau luka di kulit buah. Spora jamur ini bisa bertahan di daun jatuh selama 3-6 bulan, jadi sanitasi lingkungan penting.
Tindakan dalam 1-3 hari: pangkas dan bakar semua daun dan buah yang bergejala (jangan dikompos karena spora bertahan). Semprot dengan fungisida nabati ekstrak bawang putih (100 gram bawang putih halus + 1 liter air, diamkan 24 jam, saring, tambah 1 liter air lagi) atau fungisida kimia mankozeb 80 WP dosis 2-3 gram per liter air. Semprot 2-3 kali dengan interval 7-10 hari. Selalu ikuti label kemasan untuk dosis dan frekuensi tepat, dan pakai sarung tangan saat aplikasi kimia.
Bacterial Black Spot: Bintik Hitam Sudut yang Susah Dibedakan dari Antraknosa
Bacterial black spot disebabkan bakteri Xanthomonas citri pv. mangiferaeindicae. Gejala khas: bintik hitam kecil bersudut (angular), sering dikelilingi halo kuning tipis, dan batas bintik terlihat lebih tegas dibanding antraknosa. Bintik biasanya muncul di daun muda dan bisa menyebabkan lubang saat jaringan daun mati dan jatuh (shot hole).
Pembedaan kritis dari antraknosa: bintik bacterial black spot terlihat ‘basah’ atau berminyak bila dilihat dari sisi bawah daun, dan biasanya muncul di musim hujan panjang atau setelah hujan lebat yang menyebabkan luka mikro di daun. Tidak merespons fungisida karena ini bakteri, bukan jamur.
Tindakan dalam 1-3 hari: pangkas daun bergejala dan bakar. Semprot dengan fungisida tembaga (Bordeaux mixture 1 persen atau copper hydroxide 77 WP dosis 2-3 gram per liter). Bakteri ini resisten terhadap fungisida biasa, jadi tembaga adalah pilihan utama. Semprot tiap 7 hari selama musim hujan, kurangi ke 14 hari saat kemarau. Hindari penyiraman overhead (dari atas) karena bakteri menyebar lewat percikan air.
Powdery Mildew: Lapisan Putih di Bunga yang Bikin Gagal Panen
Powdery mildew disebabkan jamur Oidium mangiferae. Gejala khas: lapisan tepung putih di tangkai bunga, kuncup bunga, dan daun muda. Paling merusak saat fase pembungaan — bunga gagal membuka, rontok sebelum jadi buah, dan produksi turun drastis sampai 60-80 persen kalau serangan berat.
Pembedaan dari hama kutu putih: kutu putih biasanya bergerak dan menghasilkan embun madu (berlendir/manis), sementara powdery mildew adalah lapisan kering seperti bedak. Bedakan dengan menyeka: kalau lapisan tidak bergerak dan tidak lengket, itu powdery mildew.
Tindakan dalam 1-3 hari: semprot dengan belerang (sulfur) 80 WP dosis 2-3 gram per liter air, atau ekstrak serai 200 gram serai cincang + 1 liter air, diamkan 12 jam, saring, tambah 1 liter air. Penting: aplikasi harus pagi hari sebelum jam 9 atau sore setelah jam 4, karena sulfur bisa fitotoksik (merusak daun) di suhu tinggi dan matahari langsung. Semprot 2-3 kali dengan interval 5-7 hari sejak kuncup bunga muncul.
Diplodia Stem End Rot: Busuk di Ujung Batang Setelah Panen atau Pangkas Berat
Diplodia stem end rot disebabkan jamur Botryodiplodia theobromae. Gejala khas: busuk kering kecoklatan di ujung batang atau tangkai buah, biasanya muncul 2-4 minggu setelah pemangkasan besar atau setelah panen. Kulit batang retak dan mengeluarkan massa spora hitam di celah retakan.
Pembedaan dari mati pucuk biasa: diplodia muncul dengan cepat (2-4 minggu setelah luka) dan ujung batang mengeluarkan eksudat hitam. Mati pucuk biasa biasanya lebih lambat dan ujung tetap kering tanpa eksudat.
Tindakan dalam 1-3 hari: pangkas 10-15 cm di bawah area busuk sampai terlihat kayu sehat (warna putih kehijauan, bukan coklat). Olesi luka pangkas dengan fungisida tembaga pasta atau cat anti-pembusukan. Sterilkan alat pangkas di antara potongan dengan alkohol 70 persen untuk mencegah spora pindah ke luka lain. Pemangkasan sanitasi rutin ada di panduan mangga okulasi sambung pucuk — sama-sama butuh alat steril.
Phytophthora Busuk Akar: Pohon Layu Mendadak padahal Air Cukup
Phytophthora busuk akar disebabkan Phytophthora palmivora. Gejala paling khas: pohon muda mendadak layu dan daunnya menguning walaupun tanah cukup air dan cuaca tidak terlalu panas. Akar yang diperiksa menunjukkan warna coklat kehitaman dan bau apek. Kulit batang dekat pangkal kadang mengeluarkan eksudat kemerahan.
Pembedaan dari defisiensi air: pohon yang kekurangan air layu di siang hari tapi pulih sore hari. Phytophthora layu terus-menerus dan tidak pulih walau disiram. Pembedaan dari mangga tidak berbuah penyebab: pohon dengan phytophthora biasanya layu mendadak, bukan hanya tidak produktif selama bertahun-tahun. Detail penyebab gagal berbuah ada di panduan mangga tidak berbuah.
Tindakan dalam 1-3 hari: gali parit drainase di sekitar batang agar air tidak menggenang di zona akar. Aplikasi fungisida fosetyl aluminium 80 WP dosis 2-3 gram per liter air, siram ke area akar (bukan semprot daun). Kalau lebih dari 30 persen akar sudah busuk, peluang selamat kecil — cabut dan ganti dengan bibit baru di posisi lebih kering atau dengan drainase lebih baik.
Mati Pucuk (Dieback): Cabang Kering dari Ujung ke Bawah
Mati pucuk bisa disebabkan banyak hal (kekeringan, luka, beberapa jamur), tapi di pekarangan Indonesia paling sering akibat kombinasi stres air dan luka pangkas yang tidak tertutup. Gejala: cabang muda mengering dari ujung, warna kulit kayu berubah dari hijau ke coklat keabu-abuan, dan daun mati dari ujung ke pangkal cabang.
Pembedaan dari diplodia: mati pucuk biasanya tidak ada eksudat hitam dan perambatannya lebih lambat. Pembedaan dari defisiensi nutrisi: defisiensi biasanya dimulai dari daun (kuning, klorosis) sebelum ranting kering, mati pucuk langsung dari ujung ranting.
Tindakan dalam 1-3 hari: pangkas 20 cm di bawah area mati, sampai terlihat kayu hijau sehat. Pastikan tidak ada stres air (siram 2-3 hari sekali di kemarau). Pemupukan NPK 16-16-16 0,5 kg per pohon muda untuk memicu pertumbuhan baru, sesuai jadwal di panduan pupuk mangga pohon berbuah.
Tabel Diagnosis Cepat: 6 Penyakit dari Gejala Awal
Tabel merangkum keenam tiap pasien dengan kunci visual yang bisa dipakai saat berdiri di depan pohon. Gejala Awal adalah tanda pertama yang muncul di pekarangan, bukan stadium lanjut.
| Penyakit | Patogen | Gejala Awal di Daun/Batang | Membedakan dari Hama/Defisiensi | Waktu Muncul |
|---|---|---|---|---|
| Antraknosa | Colletotrichum | Bintik hitam diffusive, menyatu, daun rontok | Tepi tidak tegas; tanpa kutu | Musim hujan, setelah pangkas |
| Bacterial Black Spot | Xanthomonas | Bintik hitam bersudut, halo kuning, shot hole | Bercak berminyak dari bawah daun | Hujan panjang |
| Powdery Mildew | Oidium | Lapisan tepung putih di bunga/daun muda | Kering, bukan kutu (tidak bergerak) | Musim kemarau, fase bunga |
| Diplodia Stem End Rot | Botryodiplodia | Busuk coklat di ujung batang/tangkai, eksudat hitam | Muncul 2-4 minggu setelah luka pangkas | Setelah pangkas besar atau panen |
| Phytophthora Busuk Akar | Phytophthora | Layu mendadak, tanah cukup air, akar hitam bau apek | Layu permanen, tak pulih walau disiram | Musim hujan, drainase buruk |
| Mati Pucuk | Multi-faktor | Cabang kering dari ujung, kulit kayu abu-coklat | Mulai dari ujung ranting, bukan daun | Stres air + luka |
Kalau gejala tidak cocok dengan salah satu dari enam di tabel — daun menguning merata dari pangkal (bukan ujung), atau ada kutu yang terlihat — kemungkinan besar itu defisiensi nutrisi atau serangan hama, bukan penyakit. Cek panduan hama mangga lalat buah dan pupuk mangga pohon berbuah untuk kemungkinan lain.
Fungisida Nabati vs Kimia: Mana yang Tepat untuk Pekarangan Rumah
Pemilik pekarangan rumah dengan anak kecil atau hewan peliharaan perlu ekstra hati-hati memilih fungisida. Dua kategori umum: fungisida nabati (ekstrak bawang putih, serai, kunyit, nimba) dan fungisida kimia (mankozeb, tembaga, sulfur, fosetyl aluminium).
Fungisida nabati cocok untuk pencegahan dan infeksi ringan pada pohon mangga. Keunggulan: aman untuk pekarangan dengan anak-anak dan hewan, residu cepat terurai, dan bisa dibuat sendiri dari bahan dapur. Kekurangan: butuh aplikasi lebih sering (5-7 hari), dan kurang efektif untuk infeksi lanjut. Resep paling stabil: ekstrak bawang putih 100 gram + 1 liter air + 5 ml sabun cuci piring (sebagai perekat), diamkan 24 jam, saring, semprot.
Fungisida kimia efektif untuk infeksi lanjut atau serangan berulang. Fungisida tembaga (Bordeaux mixture) paling serbaguna — bisa untuk bakteri dan jamur. Mankozeb 80 WP khusus jamur (tidak untuk bacterial black spot). Fosetyl aluminium khusus untuk busuk akar (Phytophthora). Selalu pakai sarung tangan dan masker saat aplikasi, dan tunggu 7-14 hari sebelum panen kalau menyerang buah. Selalu ikuti label kemasan untuk dosis dan interval yang aman.
Strategi terbaik untuk pekarangan rumah: gunakan fungisida nabati sebagai pencegahan mingguan di musim hujan, dan gunakan fungisida kimia hanya saat infeksi nyata muncul. Pemangkasan sanitasi rutin (pangkas cabang mati, daun jatuh di sekitar batang) adalah cara paling efektif mencegah semua penyakit ini — detail pangkas sanitasi ada di panduan memangkas pohon mangga.
Setelah diagnosis berhasil dan tindakan dilakukan, keputusan selanjutnya adalah memantau 2-3 minggu ke depan. Kalau gejala baru muncul setelah perlakuan pertama, kemungkinan dosis kurang atau interval terlalu lama. Kalau tidak ada perbaikan sama sekali setelah 3 kali semprot dengan dosis tepat, kemungkinan diagnosis salah atau patogen sudah resisten — dalam hal ini, minta bantuan penyuluh pertanian setempat atau Balai Penelitian Tanaman Buah terdekat untuk konfirmasi laboratorium.







