Buah mangga yang retak di pohon hampir selalu disangka penyakit, padahal itu lubang yang ditusuk betina lalat buah. Bedanya ada di waktu: lubang oviposisi muncul saat buah masih hijau dan masih menggantung, sedangkan keretakan akibat antraknos atau kulat buah baru terlihat setelah buah dipanen. Salah baca dua mekanisme ini, langkah yang Anda pilih bisa justru memperburuk keadaan.
Retak buah mangga bukan penyakit: itu lubang oviposisi lalat buah
Bactrocera dorsalis, lalat buah oriental, meletakkan telur di bawah kulit buah yang sudah mulai mengembang. Ujung ovipositornya bergerigi, jadi lubang yang dibuat bukan tusukan bersih melainkan robekan kecil yang akan melebar seiring buah bertambah besar.
Luka itu lalu dikelilingi jaringan kalus yang mengeras, dan terlihat seperti retak melingkar di pangkal buah dengan tepi menebal. Di beberapa varietas retak sudah muncul saat buah masih sebesar bola cricket, jauh sebelum rasa buah memberi tanda matang.
Kalau ingin membandingkan ciri tiap varietas sebelum menyalahkan hama, jenis mangga yang paling tahan di pekarangan menjelaskan mana yang punya kulit tebal dan lebih jarang retak. Sebagian variasi retak memang berasal dari varietas itu sendiri, bukan dari hama.
Buah yang retak sejak masih di pohon hampir tidak pernah disebabkan kurangnya pupuk atau kekurangan air. Sudah menyiram rutin dan memupuk, buah tetap bolong, sumber masalahnya hampir pasti ada di hama dan bukan di media tanam.
Sebaliknya, buah yang dipanen utuh lalu retak setelah masuk gudang menunjuk arah lain: penyimpanan lembap, ventilasi buruk, atau gesekan saat diangkut. Dua kasus ini menuntut tindakan berbeda, jadi diagnosis dulu sebelum membeli produk apa pun.
Kenapa lalat buah menyerang justru saat buah hampir matang
Lalat buah bukan hama yang ada sepanjang tahun. Telur hanya diletakkan pada buah yang sudah melewati sekitar separuh ukuran dewasa, karena larva butuh jaringan yang cukup matang untuk hidup sampai jadi lalat dewasa penuh.
Artinya, jendela serangannya jatuh sekitar 6 sampai 8 minggu sebelum panen. Untuk mangga harum manis di pekarangan, ukuran itu biasanya tercapai saat buah mulai sebesar bola cricket, dan sebagian besar pemilik pohon baru menyadari masalahnya dua minggu kemudian.
Varietas dengan buah kecil dan pematangan cepat punya jendela serangan lebih pendek, sedangkan varietas besar yang matang lebih lama memberi lalat buah lebih banyak kesempatan melekat. Kalau sedang memilih, varietas mangga yang cepat berbuah beserta perkiraan masa panennya jadi pertimbangan kedua setelah seberapa tahan kulit buahnya.
Cuaca menggeser jendela ini. Hujan deras pada sore dan malam menaikkan kelembapan sehingga permukaan buah lembap lebih lama. Kelembapan bukan penyebab langsung, tapi ia membuat kulit buah lebih mudah dilubangi dan luka yang sudah ada cepat berjamur.
Empat tanda hama: retak pangkal, berbau fermentasi, larva, jamur sekunder
Empat tanda ini muncul berurutan, dan menemukan yang pertama biasanya sudah cukup untuk memutuskan tindakan. Periksa buah yang paling matang lebih dulu, karena di situlah lalat buah paling sering melekat.
Retak melingkar di pangkal buah. Retaknya sering tidak banyak, satu sampai tiga goresan dalam satu buah. Yang membedakan adalah bentuknya: cekungan di kulit dengan tepi yang mulai mengeras dan warnanya sedikit lebih gelap, bukan retak yang menjalar ke seluruh permukaan buah seperti jaring.
Berbau fermentasi. Buah yang sudah dimasuki larva mengeluarkan aroma manis asam yang bisa tercium dari beberapa meter. Aroma ini sangat berbeda dari bunga mangga harum manis yang normalnya wangi dan ringan.
Larva di dalam buah. Sayat buah retak memakai pisau steril, lalu perhatikan jaringan di dekat biji. Anda akan menemukan ulat putih sepanjang kurang lebih satu sentimeter yang menggali jaringan buah, dan jaringan rusak itulah pintu masuk bagi jamur.
Jamur sekunder. Cendrot cokelat kehitaman atau kebiruan yang tumbuh 2 sampai 5 hari setelah retak bukan hama baru, melainkan jamur oportunistik yang masuk lewat luka larva. Inilah yang sering membuat orang mengira masalahnya jamur, lalu menyeka anti jamur yang justru tidak menyentuh hama aslinya.
Kalau gejala di pohon Anda berbeda, bandingkan dulu dengan jenis hama tanaman dan gejala khas masing-masing, supaya hama tanaman hias tidak tertukar dengan hama pohon buah yang memang jarang dibahas.
| Yang diperiksa | Lalat buah | Antraknos dan kulat buah |
|---|---|---|
| Mulai terlihat | Buah masih menggantung di pohon | Setelah buah dipanen |
| Bentuk retak | Lubang cekungan dikelilingi kalus | Retak radial dari satu titik |
| Warna buah saat retak | Masih hijau | Sudah matang, kuning kemerahan |
| Aroma | Fermentasi, manis asam | Netral sampai busuk ringan |
| Isi buah | Ulat putih dekat biji | Serat busuk tanpa ulat |
| Penanganan | Buah tidak bisa dipulihkan | Bisa asal ditangani 24 jam pertama |
Empat titik intervensi: sanitasi, feromon, pemupukan, buang buah rusak
Keempat tindakan ini punya mekanisme yang jelas dan tidak menuntut pestisida mahal. Kalau hanya sanggup mengerjakan dua, kerjakan sanitasi dan feromon lebih dulu karena keduanya menopang tindakan yang lain.
Sanitasi buah jatuh adalah langkah pertama. Betina lalat buah mencari buah yang sudah terluka, bukan buah yang sehat. Satu buah mangga jatuh dan membusuk di bawah pohon cukup untuk menarik sekelompok lalat ke halaman Anda dalam beberapa hari.
Kumpulkan seluruh buah jatuh tiap 2 sampai 3 hari, masukkan ke plastik, ikat rapat, lalu buang. Jangan dikompos langsung di bawah pohon, karena buah yang membusuk di situ justru menjadi tempat berkembang biak yang paling subur.
Perangkap feromon dipasang di ketinggian yang benar. Perangkap feromon metil-eugenol bekerja pada radius sekitar 2 sampai 4 meter. Dosis lazim untuk pekarangan rumah adalah 0,5 sampai 1 ml per perangkap, diganti setiap 4 sampai 6 minggu, dan satu perangkap cukup untuk satu pohon mangga dewasa.
Yang sering membuat feromon gagal bukan dosisnya, melainkan tempat pemasangannya. Perangkap harus dipasang setinggi buah, sekitar 1,5 sampai 2 meter dari tanah untuk pohon kecil. Menggantungkannya terlalu tinggi membuat feromon menyebar ke arah yang salah dan tidak pernah menyentuh mangga Anda.
Pemupukan berimbang selama pembuahan. Terlalu banyak nitrogen mendorong pertumbuhan daun dan ranting, bukan kualitas buah. Buah yang terlalu subur cenderung berair dengan kulit tipis dan lebih rentan dilubangi. Sebaliknya, kekurangan kalium menghasilkan buah kecil berkulit tipis yang mudah retak.
Untuk pekarangan, NPK dengan kandungan kalium lebih tinggi lebih berguna daripada urea murah. Dosis dan jadwalnya sebaiknya disusun bareng cara memangkas pohon mangga, karena keduanya menentukan mutu buah yang keluar di musim depan.
Buang buah rusak begitu jatuh. Buang dari pohon sedikit sebelum terlihat jatuh kalau retaknya sudah lebar dan buahnya mulai rusak di ujung. Buah yang dibiarkan bergelintingan di bawah pohon berubah menjadi tempat berkembang biak yang paling subur di halaman Anda.
Kalau memang harus dibiarkan, pindahkan jauh dari area pohon dan jangan langsung masukkan ke kompos aktif. Membersihkan sisa buah di sekitar akar juga memangkas jalur migrasi lalat buah menuju pohon.
Buah yang sudah retak: selamatkan atau buang
Ambangnya sederhana selama buah masih ada di pohon. Retak kecil dengan buah yang masih mengeras berarti masih layak dipanen lebih awal dari jadwal normal. Potong tepat di bagian yang retak memakai gunting steril, jangan ditarik, karena tarikan membuka seluruh jaringan buah sekaligus.
Buah seperti ini bisa matang dalam 2 sampai 3 hari di rumah. Rasanya sedikit lebih asam karena bagian yang rusak berhenti mengalirkan gula ke jaringan buah di dalamnya, jadi lebih cepat dimakan adalah pilihan yang lebih aman daripada dibiarkan di pohon sampai membusuk.
Buang di tempat kalau retaknya sudah lebih dari tiga lubang, buahnya mulai beraroma, atau satu sisi sudah lunak sementara sisi lain masih keras. Buah seperti ini tidak akan pulih dan akan menjadi sumber infeksi buat buah lain di dekatnya.
Kalau kehilangan besar terjadi setiap musim, jangan langsung menyalahkan hama. Periksa juga apakah pohonnya cukup kuat, karena pohon yang jarang menghasilkan buah punya lebih sedikit buah yang harus dipanen, sehingga proporsi hama per buah yang dipanen jadi lebih tinggi di pekarangan kecil.
Pastikan juga sisi pembungaan pohon tidak bermasalah lewat penyebab pohon mangga tidak berbuah. Perbedaan ciri antarvarian sudah dibahas di panduan lengkap jenis mangga Indonesia, termasuk mana yang paling tahan terhadap masalah kulit ini.
Perlu Semprot atau Cukup Sanitasi di Pekarangan?
Untuk pekarangan rumah, jawaban pendeknya tidak, selama sanitasi berjalan dan ada satu perangkap feromon. Semprot dengan bahan aktif kimia umumnya diarahkan ke perkebunan luas dengan kepadatan pohon tinggi, di mana satu pohon bisa tersambung langsung dengan pohon tetangga dalam hitungan hari.
Di pekarangan dengan 1 sampai 3 pohon, tekanan hama bisa ditekan dengan sanitasi dan perangkap saja. Residu pestisida yang menempel di permukaan buah juga langsung bersentuhan dengan rumah tangga Anda, dan pada dosis yang salah justru bisa merusak daun dan buah tanpa membunuh hama.
Kalau suatu saat memang perlu semprot, pilih bahan yang bekerja spesifik pada lalat buah, bukan racik serba ada. Selalu baca label kemasan untuk dosis, waktu jeda aman sebelum panen, dan alat pelindung yang harus dipakai.
Dosis untuk tanaman hias umumnya lebih rendah karena daunnya lebih tipis dan lebih menyerap. Bandingkan dengan hama umum di tanaman hias supaya Anda tahu mana yang wajar diselesaikan secara fisik saja tanpa semprot.
Kalau hanya punya satu pohon mangga dalam pot besar di halaman depan, situasinya lebih ringan karena akarnya terisolasi dari pohon tetangga. Menanam mangga dalam pot punya beberapa keterbatasan soal penyerapan hama yang perlu diketahui sejak awal, bukan setelah pohonnya sudah berbuah sekali.
Langkah minggu ini: kumpulkan semua buah jatuh di bawah pohon dan masukkan ke plastik berikatan rapat, pasang satu perangkap feromon di ketinggian buah, lalu hitung buah retak yang masih menggantung. Kalau jumlahnya lebih dari seperlima buah yang ada, pangkas ranting yang membuat buah bersentuhan. Kalau hanya satu atau dua buah, sanitasi sudah cukup sampai panen berikutnya.







