5 Tips Penting Untuk Kamu Membuat Taman di Rumah

Membuat taman di rumah? Ini dia, 5 tips membuat taman di rumah yang perlu kamu perhatikan.

Ketika seseorang sudah memiliki rumah dengan desain arsitekturnya yang indah, sering kali justru melupakan elemen lain dari sebuah bangunan itu sendiri, yaitu sebuah taman.

Ya, keberadaan taman rumah seringkali terlupakan karena dianggap hanya sebagai ‘tempelan’, padahal taman mempunyai peran sangat penting untuk menunjang keindahan sebuah rumah sekaligus sebagai penyeimbang secara ekologis/lingkungan.

Taman sendiri bisa diartikan sebagai area yang berisikan material lunak (sofstscape) seperti tanaman dan air, serta material keras (hardscape) seperti paving dan kursi.

Jika membicarakan taman rumah yang ideal, maka sepatutnya ada 3 area yang dijadikan ruang terbuka yaitu taman depan rumah atau yang dikenal sebagai pekarangan, taman samping, dan taman belakang atau dahulu dimanfaatkan sebagai kebun. Namun tak bisa dipungkiri dengan semakin minimnya lahan, biasanya satu rumah hanya ada salah satu saja.

membuat taman sederhana
membuat taman sederhana

Untuk membuat sebuah taman, kebanyakan orang hanya sekedar memanggil tukang taman dan menyerahkan semua tugas kepada mereka, padahal ada baiknya penghuni rumah juga turut aktif memberi pandangan.

Cara lain yang lebih tepat adalah dengan memanfaatkan jasa arsitek taman profesional. Hal ini karena berkaitan dengan rumah, tempat yang menjadi istana keluarga. Tidak mau kan kalau istana sendiri justru dibuat asal-asalan?

Jadi, apa saja hal-hal yang harus kamu ketahui sebelum membuat taman rumah agar hasilnya maksimal?

5 Tips yang harus kamu perhatikan untuk membuat taman di rumah:

1. Rumah dan Taman Rumah adalah Satu Kesatuan

Mengapa hal ini menjadi poin pertama yang penting? Karena kebiasaan kebanyakan orang adalah memisahkan desain rumah dan taman. Biasanya orang akan membuat rumah terlebih dahulu, setelah selesai baru memikirkan untuk membuat taman. Padahal, untuk membuat sebuah hunian yang ideal, selayaknya perancangan taman harus dipikirkan bersama saat merancang rumah. Tidak hanya agar konsepnya selaras tetapi ada faktor-faktor lain yang dipertimbangkan, seperti kemiringan, alur drainase, pencahayaan, atau kondisi tanah.

2. Taman Rumah Sebagai Cerminan Penghuninya

Inilah yang diungkap diawal tulisan ini bahwa pemilik rumah harus turut aktif memberi masukan akan desain taman rumah yang diinginkannya. Hal ini karena taman adalah cerminan dari penghuninya itu sendiri yang menyangkut selera dan kegemarannya. Seseorang yang suka suasana alam, tentu lebih menyukai taman bertema tropis. Berbeda dengan seseorang yang lebih suka tampilan clean, tentu akan condong memilih taman bertema minimalis.

3. Setiap Taman Rumah Harusnya Unik

Pernahkah kamu melihat taman di suatu rumah yang sama persis dengan taman di rumah lainnya? Bagaimana jika itu terjadi pada taman rumah kita sendiri? Tentu rasanya kurang begitu enak. Hal ini biasanya terjadi penghuni rumah tidak turut serta dalam memberi masukan untuk style desain taman yang cocok untuk tamannya serta memilih tanaman yang cocok untuk taman tersebut.

Padahal seharusnya setiap taman rumah itu memiliki keunikannya masing-masing. Hal ini berkaitan lagi dengan poin nomor 2 diatas bahwa setiap taman adalah cerminan penghuninya. Tidak mungkin orang yang berbeda memiliki kesamaan yang begitu persis. Tiap orang pasti ingin tampil dengan kekhasannya sendiri, begitupun harusnya pada taman rumah.

4. Sesuaikan dengan Arsitektur Rumah

Meskipun idealnya desain rumah dan taman dikerjakan bersamaan, tapi tak dipungkiri kenyataannya berbanding terbalik. Jika sudah terlanjur membangun rumah tanpa ada konsep tamannya, maka itu juga bukan hal fatal, karena rumah masih dalam lingkup kecil sehingga resiko kesalahan juga kecil.

Apabila sudah ada bangunan rumah dengan konsep arsitekturnya, maka bisa dikatakan wajib untuk membuat taman yang memiliki konsep selaras dengan bangunan rumah. Hal ini penting agar hunian terlihat bernyawa dan tidak terkesan asal-asalan. Rumah konsep tradisional jawa misalkan, maka tamannya yang paling cocok berkonsep tropis dengan elemen pohon dan banyak tanaman semak. Sangat tidak sesuai jika rumah tradisional jawa tetapi tamannya berkonsep formal.

5. Sesuaikan dengan Kondisi Lahan

Sudah membuat taman, tapi kok ada air yang menggenang dan banyak tanaman mati? Pernah mengalami hal ini? Inilah yang bisa kita sebut dengan kesalahan dalam merancang. Karena itulah sebaiknya yang merencanakan dan merancang taman adalah ahlinya, seperti arsitek lanskap atau menggunakan jasa tukang taman profesional.

Tanaman Walisongo
Tanaman Walisongo

Meskipun tampak sederhana, tapi mendesain taman rumah juga perlu kepekaan yang tinggi. Pemilik rumah pun jika memang mengetahui apa saja yang sering terjadi di taman rumahnya, maka sampaikan kepada arsiteknya. Misal jika ada tempat yang sering tergenang air atau ada sisi lahan yang sering keluar cacing. Sekecil apapun bisa menjadi bahan pertimbangan bagi arsitek.

Demikian 5 tips untuk kamu membuat taman di rumah. Ingat, taman yang indah akan membuat kamu sekeluarga betah berlama-lama dirumah.

Happy gardening!